Surat Cinta Bunda


Jangan pernah menyesal ya, nak.. mempunyai seorang ibu seperti bunda …

Bunda yg miskin ilmu, tapi berharap kelak engkau tumbuh menjadi orang yg berilmu …

Bunda yg tidak hafal Al-Quran, tapi berharap kelak engkau menjadi satu diantara deretan barisan penghafal Al-Qur ‘an..

Bunda yg masih sering lalai, tapi berharap engkau tumbuh menjadi barisan terdepan penegak kebajikan..

Bunda yg terkadang masih egois, tapi berharap engkau tumbuh penuh empati..

Bunda yg terkadang masih bermalasan, tapi berharap engkau tumbuh menjadi anak yg rajin menebar kebajikan di bumi Allah..

Ah, betapa tangan kecilmu begitu ampuh mengingatkan bunda..
Akan setumpuk PR yg harus bunda benahi dalam diri bunda..
Karena bunda takut, kamu malu punya ibu seperti bunda….

Yang tidak setegar Khadijah binti Khuwailid, secerdas Fatimah Azzahrah, sedermawan Saudah binti Zam ‘ah, penuh cinta seperti ‘Aisyah binti Abu Bakar, serajin Hafshah binti Umar, sedermawan Zainab binti Khuzaimah, sesabar Ummu Salamah, selembut Shafiyyah binti Huyay..

Begitu banyak PR bunda, nak..

Semoga engkau mau memaklumi kekurangan bunda..

Semoga kelak engkau tumbuh lebih baik dari bunda..

Beri kesempatan bunda untuk mengerjakan PR bunda, nak …

Agar kelak engkau tidak menyesal, mempunyai ibu seperti bunda …

Agar kelak kita sama- sama bermuara di pintu surgaNya…

(Dedicated to my child, I’m not a perfect mom. But let me try to be a good mom… Love u dear…)

*Surat cinta yang indah, dicopas dari grup bbm POM SKKM, Selasa, 17 April 2012, 8.42pm*

Jejak cinta seorang hamba*

TRIK DITILANG POLISI


Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi seperti ini.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar sambil lalu menulis dengan sigap di buku tilang)
Sop : Pak jangan ditilang deh…plat aslinya udah gak tau kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!!)
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.
S : (Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA

Ditulis oleh: Kartiko Hendry

Jejak cinta seorang hamba*

Renungan Indah Untuk Ayah dan Bunda


Renungan indah untuk para Ayah & Bunda dari Penyair Besar KH. Zawawi Imran;

Seorang lelaki datang kepada seorang ustadz, mengadukan persoalan keluarganya.

“Saya bosan di rumah sekarang.”

“Mengapa?”

“Tidak ada yang menarik.”

“Lalu engkau jarang di rumah?”

“Iya, tentu.”

“Anakmu berapa?”

“Dua. Satu laki-laki berumur lima tahun, satunya perempuan, tiga tahun.”

“Pernahkah engkau perhatikan anakmu ketika sedang makan?”

“Tidak.”

“Ketika sedang bermain-main?”

“Juga tidak.”

“Ketika sedang tidur saat tengah malam?”

“Tidak.”

“Coba lakukanlah itu. Ketika engkau sedang memperhatikan, rasakanlah bahwa ia adalah anakmu, pelanjut denyut hidupmu, yang harus kau curahi cinta dan kasih sayang.

Anak-anakmu itu adalah karunia Allah untuk menyenangkan hatimu.

Ketika ia makan, perhatikanlah bagaimana ia mengunyah rezeki yang dikirim Allah lewat tanganmu yang bekerja.

Ketika ia tidur, perhatikanlah hidungnya yang mungkin mirip mu, bibirnya yang mungkin mirip ibunya, dan perhatikanlah pula bagaimana desah nafasnya ketika menghirup dan menghembuskan udara.

Itu semua film indah yang disuguhkan Allah untukmu.

Kalau engkau membiasakan melakukan ini sambil mengingat Allah, engkau akan mendapatkan nikmat ruhani tiada tara.

Di antara orang-orang yang sangat malang, ialah orang yang tidak bisa menikmati keindahan yang dipancarkan Allah lewat gerak dan tingkah laku anak-anaknya sendiri…({}) ❤

Subhanallah… Sebuah renungan indah yang membawa kita untuk kembali memaknai peran sebagai orangtua.

Semoga Allah mudahkan jalan untuk kita menjalankan peran menjadi orangtua, membimbing kita dengan cahaya-NYA, melembutkan hati kita dengan cinta-NYA dan menautkan ikatan kasih sayang kita dengan anak-anak kita.

Kita Pernah Dilukai Dan Melukai..


Renungan Malam Jelang Terlelap..

Kita pernah “DILUKAI”
dan mungkin pernah “MELUKAI”
tapi krn itu kita BELAJAR
tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan.

Kita pernah “DIBOHONGI”
dan mungkin pernah “MEMBOHONGI”,
tapi dari itu kita belajar tentang KEJUJURAN.

Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak pernah belajar arti diri MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF.
Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,..yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari ESOK yang lebih baik.

Hidup adalah proses,
Hidup adalah belajar.
Tanpa ada batas umur,
Tanpa ada kata tua

JATUH, berdiri lagi
KALAH, mencoba lagi
GAGAL, bangkit lagi,
Sehinggalah Allah Ta’alla memanggil:
“Waktu untuk PULANG”

“Allahumma Alaika Tawakkalna Wa Ilaika Anabna Wa Ilaikal Mashier”

Contack Me :
☎ +62 813 816 11 665
Pin  26E85A28
Twitter : @sahaladlil
FaceBook : Ahmad Sahal

..Terus Bekerja Untuk INDONESIA..

Kanker Nasofaring


Kisah sahabatku Bu Herni…

Sejak Agustus 2010 suami didiagnosis terkena Kanker Nasofaring, gejala awal telinga kanan selalu berdenging, mimisan, kepala sering pusing, demam & wajah kanan kaku, kelenjar getah bening terasa ada benjolan. Setelah di CT SCAN, biopsi dll diagnosanya Cancer Nasofaring stadium 2B. Mulai saat itu suami terapi. Terapi yg dipilih herbal.

Terapi yang pernah dilakukan: Berobat ke dokter Paulus diBandung, terapi Cina di SUKABUMI dengan Profesor Yusuf, terapi bekam & akupuntur, terapi Key dengan dokter Neni, terapi ECCT oleh Prof. DR WARSITO, dan herbal-herbal yang lainnya.

Selama itu suami banyak mengalami perubahan fisik: mata kanan menonjol, kelopak mata tertutup, ada benjolan di depan &di belakang telinga, berat badan turun 30 kg, wajah kanan mati rasa, mata kanan sudah tidak bisa melihat, syaraf wajah tidak berfungsi.

Dan 4 hari yang lalu suami masuk rumah sakit karena sudah tidak bisa menelan makanan & tidak bisa minum, keluar darah dari hidung, mulut dan telinga. Dari hasil CT SCAN terbaru sudah masuk stadium 4. Dengan tumor sudah mendesak otak.

Sekarang dirawat di RUMAH SAKIT ISLAM, CEMPAKA PUTIH. LANTAI 2, RUANG ARAFAH ATAS. KAMAR NO 4.

Kepada sahabatku yang mulia hatinya, marilah kita melapangkan hati, meringankan langkah, untuk membantu sahabat kita semua. Bila berkenan membantu meringankan ujian yang dialami Bu Herny dan Pak Sujadi bisa disalurkan melalui transfer ke:

Rek BNI SYARIAH ac 0197874111 an Herny Sugiharti
Rek BSM ac 0027093811 an SUJADI.

Semoga Allah meridhai langkah kita untuk saling peduli dan berbagi, minimal do’a tulus sepenuh hati bagi sahabat yang tengah diuji.

Jazakumullah ahsanal jazaa

Surat Untuk Ananda


Assalamu’alaikum Ananda Sholihat

Subhanallah, surat yang panjang, spontan, dan ceria. Itu kesan yang Bunda tangkap dari cara ananda bertutur. Senang rasanya bisa berkenalan, bersahabat dan berbagi cerita dengan seorang yang jujur, apa adanya dan rendah hati dalam berkomunikasi.

Berbahagialah sayang, Ananda mungkin salah satu dari sedikit anak-anak yang istimewa. Kenapa Bunda katakan demikian. Di usia yang masih belia, Ananda sudah memiliki kesadaran diri yang sungguh luar biasa. Penerimaan yang sederhana dalam mensikapi takdir yang telah Allah tetapkan atas diri Ananda. Ketabahan seorang anak yang bahkan sudah tak memiliki Ibunda. Bersyukurlah Ananda, engkau memiliki kecerdasan spiritual yang istimewa.

Ananda harus percaya bahwa setiap orang itu istimewa. Tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, karena setiap kita berbeda. Kalau Ananda melihat banyak teman yang memiliki kecerdasan intelektual di atas rata-rata, maka Bunda katakan Ananda memiliki kecerdasan spiritual di atas rata-rata. Masing-masing pasti memiliki keunggulannya tersendiri. Jalan hidup ananda membuatmu lebih peka, lebih sederhana, lebih rendah hati, bahkan lebih mampu bersyukur atas keadaan yang terjadi. Modal ini amat sangat diperlukan untuk cita-cita ananda menjadi seorang dokter. Tidak cukup hanya berbekal kecerdasan intelektual, seorang dokter harus memiliki hati yang lembut, peka, mudah bersimpati dan berempati. Ananda harus yakin, bila menjadi seorang dokter adalah yang terbaik menurut Allah untuk Ananda, maka pasti ada jalan untuk meraihnya. Belajarlah dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, tanpa kenal lelah dan bosan. Bertawakkalah kepada Allah dan mohonlah petunjuk serta pertolongan-Nya. Dengan kekuasaan-Nya Allah akan membuat yang sulit menjadi mudah, yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tugas kita sebagai hamba, hanya berusaha dan berdo’a dengan segenap hati dan daya. Biarlah Allah yang menetapkan hasil akhirnya untuk kita.

Ananda sholihat, waktu yang Allah titipkan pada kita sama, 24 jam setiap harinya. Dalam waktu itu, ada hak Allah, hak orangtua, hak diri kita, hak teman kita. Kesibukanmu jangan sampai melalaikanmu dari kewajiban utama sebagai seorang hamba Allah. Kesibukanmu meraih cita-cita jangan sampai membuatmu menjadi anak yang tidak berbakti pada orangtua. Kesibukanmu dengan berbagai tugas sebagai seorang siswa, jangan membuatmu abai pada hak tubuhmu untuk beristirahat. Buatlah skala prioriatas dalam beraktivitas hingga waktumu bisa tertata dan terencana serta punya target yang jelas.

Bersyukurlah Ananda, Allah telah membimbingmu senantiasa dalam hidayah-Nya, Allah ringankan lidahmu untuk membaca Al Qur’anul Kariim, Allah mudahkan dirimu untuk memahami artinya hingga terasa sebagai solusi untuk setiap masalah.

Alhamdulillah, Bunda sangat senang dan bangga bisa bersahabat dengan Ananda. Semoga Allah pertemukan kita karena cinta yang telah bersemi diantara kita, dalam cinta kita kepada-Nya di jalan cinta-Nya.

Peluk sayang untukmu Ananda sholihat. Do’aku menyertaimu.

Wassalam,

Bunda Hani

Do’a Di Milad Ananda Ihsan


Semoga sepanjang usiamu senantiasa teriringi cinta dan keridhoanNya…Amiin…

*******************************

Anakku…

Kami namakan diri mu Muhammad Haikal Ihsan

Karena kami ingin engkau menjadi Laki-Laki yang zuhud , mulia serta menjadi hambaNya yang diberkahi

Anakku…

Betapa Abah dan Mamah menginginkan agar engkau selalu bersujud kepadaNya.

Sujudkan badan mu agar engkau termasuk golongan orang-orang ahli ibadah.

Sujudkanlah hatimu Nak, agar engkau menjadi orang mukmin, yang mengimaniNya dengan lurus.

Sujudkanlah pikiranmu, agar engkau termasuk golongan ulil albab.

Sujudkanlah jiwa agar engkau dapat mencapai derajat ihsan.

Sujudkanlah pula harta dan duniawi, agar tidak pernah mereka menguasai hati mu

Anakku…

Cintai Allah dan Rasulullah…Cintai Al Qur’an dan orang beriman…

Tetapkan azzammu menjadi satu dari para penjaga Al Qur’an

Simpan erat Al Quran dalam hati dan gerak langkahmu…

Jadikan ia penghias akhlak dan penawar dukamu…

jadikan ia pelita hidupmu sepanjang hayat

Anakku…

Ingatlah..sesungguhnya harta yang akan menjadi milik mu sebenarnya

di Yaumil Qiyamah kelak

adalah harta yang engkau belanjakan di jalanNya.

Setiap keping yang akan engkau jadikan shadaqah, infaq dan zakat

adalah yang akan menjadi pembela mu di hari ketika tidak ada perlindungan

kecuali perlindungan Allah semata.

Yang memberi bobot kepada bumi ini dengan kalimat Laa illahaillalah..

Besarnya harapan kami inilah yang menjadi kekuatan bagi Abah dan Mamah untuk mengasuh dan membesarkanmu..

Sehingga kelak jika engkau menjadi laki-laki yang Sholeh,

maka tidak ada yang lebih berharga

daripada doa-doa yang engkau panjatkan dengan tulus kepada Allah SWT, Rabb semesta…

Anakku…

Semoga Abah dan Mamah sanggup

mengantarkan kalian menjadi waladun shalihun yad’ulah

yaitu anak shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya

Dan senantiasa Allah bukakan pintu-pintu kebaikan yang akan terus menerus mengalir.

Amiin Yaa Rabb…..

Penuh cinta

Abah dan Mamah

Dikutip dari bbm grup Dulur Sekeseler, pagi ini jam 08.30. Sebuah do’a indah dari orangtua kepada buah hati yang dicintainya. Semoga menjadi inspirasi (づ ̄ ³ ̄)づ

Seorang Ibu yang Bijak


Seorang anak bertanya kpd Ibundanya :

“Ibu temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang supaya nyamuk itu tidak menggigit anaknya. Apakah Ibu juga lakukan hal yang sama…?”.

Sang Ibu tertawa “Tidak..! Tapi Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam, supaya nyamuk tidak sempat menggigit siapapun”.

“Oh iya, aku baca tentang seorang Ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Akankah Ibu lakukan hal yang sama…?”, si anak kembali bertanya.

Dengan tegas Ibundanya menjawab “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan kenyang dan kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar”.

Sang anak tersenyum…

“Aku bisa selalu bersandar padamu Ibu…”.

Sambil memeluknya si Ibu berkata : “Tidak Nak!. Tapi ibu akan mengajarimu berdiri kokoh diatas kakimu sendiri, agar kau tidak harus jatuh tersungkur ktika ibu harus pergi meninggalkanmu”.

Pesan Moral:

“Seorang Ibu yg bijak bukan hanya menjadikan dirinya tempat bersandar, tetapi yang bisa membuat sandaran tersebut tidak lagi diperlukan.”

Dikutip dari bbm grup New Kebon Maen di suatu minggu siang, 30 Januari 2012, pukul 12.40.