Do’a Di Milad Ananda Ihsan


Semoga sepanjang usiamu senantiasa teriringi cinta dan keridhoanNya…Amiin…

*******************************

Anakku…

Kami namakan diri mu Muhammad Haikal Ihsan

Karena kami ingin engkau menjadi Laki-Laki yang zuhud , mulia serta menjadi hambaNya yang diberkahi

Anakku…

Betapa Abah dan Mamah menginginkan agar engkau selalu bersujud kepadaNya.

Sujudkan badan mu agar engkau termasuk golongan orang-orang ahli ibadah.

Sujudkanlah hatimu Nak, agar engkau menjadi orang mukmin, yang mengimaniNya dengan lurus.

Sujudkanlah pikiranmu, agar engkau termasuk golongan ulil albab.

Sujudkanlah jiwa agar engkau dapat mencapai derajat ihsan.

Sujudkanlah pula harta dan duniawi, agar tidak pernah mereka menguasai hati mu

Anakku…

Cintai Allah dan Rasulullah…Cintai Al Qur’an dan orang beriman…

Tetapkan azzammu menjadi satu dari para penjaga Al Qur’an

Simpan erat Al Quran dalam hati dan gerak langkahmu…

Jadikan ia penghias akhlak dan penawar dukamu…

jadikan ia pelita hidupmu sepanjang hayat

Anakku…

Ingatlah..sesungguhnya harta yang akan menjadi milik mu sebenarnya

di Yaumil Qiyamah kelak

adalah harta yang engkau belanjakan di jalanNya.

Setiap keping yang akan engkau jadikan shadaqah, infaq dan zakat

adalah yang akan menjadi pembela mu di hari ketika tidak ada perlindungan

kecuali perlindungan Allah semata.

Yang memberi bobot kepada bumi ini dengan kalimat Laa illahaillalah..

Besarnya harapan kami inilah yang menjadi kekuatan bagi Abah dan Mamah untuk mengasuh dan membesarkanmu..

Sehingga kelak jika engkau menjadi laki-laki yang Sholeh,

maka tidak ada yang lebih berharga

daripada doa-doa yang engkau panjatkan dengan tulus kepada Allah SWT, Rabb semesta…

Anakku…

Semoga Abah dan Mamah sanggup

mengantarkan kalian menjadi waladun shalihun yad’ulah

yaitu anak shaleh yang mendoakan kedua orang tuanya

Dan senantiasa Allah bukakan pintu-pintu kebaikan yang akan terus menerus mengalir.

Amiin Yaa Rabb…..

Penuh cinta

Abah dan Mamah

Dikutip dari bbm grup Dulur Sekeseler, pagi ini jam 08.30. Sebuah do’a indah dari orangtua kepada buah hati yang dicintainya. Semoga menjadi inspirasi (づ ̄ ³ ̄)づ

Iklan

Inspirasi Biru


Untuk pertama kalinya di kehidupan baru, dengan niat baru, pemikiran baru dan penampilan baru, di pesisir pantai laut selatan….

Aku, seorang diri, menyisiri pinggiran pantai… Menyelami bentangan indah laut lepas…
Menghirup segarnya udara pagi yang bercampur aroma khas air laut
Menatap batas cakrawala dengan semburat mentari pagi yang menghangatkan hati
Merasakan dinginnya air laut menyapa seolah mengajakku di kedalamannya nan penuh pesona

Mentari beranjak naik sepenggalah
Aku terpaku pada satu pemandangan unik yang mengundang tanya…
Di tengah sinar nan gemerlap memantulkan biasnya yang penuh warna….ada ruang gelap di antara karang-karang bawah laut tak jauh dari tempatku berada.
Gelap yang tak mampu ditembus cerahnya mentari
Aku tertegun…..
Sesaat…
Tak mampu melihat sedikitpun cahaya di antara karang-karang yang ada
Tapi…..

Subhanallah…
Cahaya yang indah itu…
Kecil namun meruang biru…
Muncul begitu saja..
Sungguh menakjubkan..
Ia bergerak semakin dekat…
Kemudian lenyap.

Tanpa terasa pipiku basah…
Hatiku menghangat…
Jiwaku bergelora…

Aku ingin seperti dia!

Seekor ikan kecil berwarna biru

Seorang diri mengembara di antara karang di kedalaman lautan..
berani menampakkan diri di tengah kegelapan…
mencahayai dengan kekuatan yang telah terberi…
tanpa rasa takut…
tak khawatir dengan takdir…
Tak sedih karena sendiri…
Tak lelah melakoni peran
Tak kerdil walaupun kecil

Suguhan indah di suatu dhuha
Sekejap saja
Begitu bermakna

Ya Allah,
atas kehendak-MU dan hidayah dari-MU aku berjalan, menata hati, meniti hari, membangun mimpi. Menggapai harapan surgawi

Laa haula wa laa quwwata illa billah

Catatan hati hamba nan faqir di jalan cahaya

29 Desember 1990

Ketika Kita Mengeluh


Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin…..”
Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)

… … … Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw….”
Allah menjawab : “…dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba :9)

Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya…”
Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)

Ketika kita mengeluh : “Stressss nih…Panik…”
Allah menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ro’d :28)

Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh… ini mah semua bakal sia-sia..”
Allah menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7)

Ketika kita mengeluh : “Gile aje..gw sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantuin…”
Allah menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60

Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih banget deh gw…”
Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)

Ayo broadcast ke tman2 kita smua yg mulai galau atas perhatian Allah yg serasa jauh dari kita pdahal sebaliknya Allah dekat selalu (QS. Al-Baqarah 186) ({})

Ya, catatan ini bagian dari bbm yang tak bosan menyampaikan pesan. Andai semua orang merangkai kata penuh makna dalam setiap tulisan yang disebarkan luaskan, niscaya damailah dunia.

Yuk kita mulai dari diri kita sendiri, agar kelak bila saatnya tiba kita mampu mempertanggungjawabkan di yaumil hisab nanti:)

Allah, Terimakasih:'(


Sahabatku yang lembut hati,

Pernahkah satu ketika dalam hidupmu, engkau tak berdaya terhadap dirimu sendiri?

Aku pernah merasakannya….

Saat dimana aku mengetahui apa yang benar itu adalah benar adanya,
menyadarinya,
bahkan meyakininya.

Namun….
Tak kuasa mengelak dari dorongan gejolak hawa nafsu

Lantas…
Melakukan apa yang tidak ingin dilakukan dengan rasa tak menentu
Rasa bersalah yang terus menggelayuti hati
Tatapan kosong menerawangi diri

Akhirnya….
Tak ada lagi tempat kembali

Kecuali…
Pada Zat Yang Maha Mengetahui
Gelisah yang terus berkecamuk dalam diri

Hingga keajaiban pun terjadi

Dalam kepasrahan yang demikian total atas ketidakberdayaan diri
Tangan Kekuasaan-NYA menjauhkan diri bahkan menghindarkannya dari jerat kemaksiatan yang nyaris terjadi

Sebuah episode indah nan hakiki
menegaskan sebuah eksistensi,

Sayangi kami, yaa Allah

Pernahkah….?


Saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?

Itu adalah Allah…
Yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu…
(QS 4:114 , 2:195 , 28:77)

Pernahkah…
Saat kau sedang sedih… kecewa…
tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?

Itulah saatnya dimana Allah… Sedang rindu padamu dan ingin
agar kamu berbicara padaNYA…
(QS 12:86)

Pernahkah…
Kamu tanpa sengaja memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba orang tersebut muncul atau kamu bertemu dengannya atau menerima telepon darinya?

Itu adalah Kuasa Allah yang sedang menghiburmu.
Tidak ada namanya kebetulan…
(QS 3:190-191)

Pernahkah…
Kamu mengharapkan sesuatu yang tidak terduga… yang selama ini kamu inginkan… tapi rasanya sulit
untuk didapatkan?

Itu adalah Allah…
Yang mengetahui
dan mendengar suara batinmu… Dan hasil dari benih kebaikan yang anda taburkan sebelumnya
(QS 65:2-3)

Pernahkah…
Kau berada dalam situasi yang buntu… semua terasa begitu sulit… begitu tidak menyenangkan… hambar… kosong… bahkan menakutkan ?

Itu adalah saat di mana Allah mengijinkan kamu diuji, supaya kamu menyadari KeberadaanNYA. Dan Allah ingin mendengar rintihan dan doamu. Karena DiA tahu kamu sudah mulai melupakanNYA dalam kesenangan…
(QS 47:31 , 32:21)

Sering Allah mendemonstrasikan KASIH dan KUASANYA di dalam area, dimana saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kau pikir tulisan ini hanya iseng terkirim padamu…?

TIDAK! Sekali lagi TIDAK ada yang kebetulan…

Beberapa menit ini tenangkanlah dirimu…

Rasakan kehadiran-Nya…

Dengarkan suara-Nya yang berkata:

“Jangan Khawatir,
AKU ada disini bersamamu..!”
(QS 2:214 , 2:186, 50:16)

Tersenyumlah sahabat hatiku 🙂

Maha benar اَللّهُ dng segala firmanNya O:)

Dan Untuk yang Demikian Itu Hendaklah Orang Berlomba-lomba…


Siapakah yang mengaku paham, namun berapa banyak…
Hai saudara, ilusi menelan dosa dan cela
Dan menapaki kesalahan yang banyak

Tidakkah telah jelas aib bagimu.
Tidakkah uban mengingatkanmu, sedang dalam nasehatnya tidak ada keraguan
Dan tidaklah pendengaranmu telah tuli

Tidakkah maut telah memanggilmu.
Tidakkah suaranya terdengar olehmu.
Tidakkah engkau takut kehilangan kesempatan
Maka engkau jaga dan perhatikan

Betapa sering engkau terombang-ambing dalam kelupaan, bangga dengan sikap arogansi, dan jatuh ke dalam dunia hiburan
Seakan-akan kematian tidak menjangkau

Sebenarnya kamu diletakkan ke dalam liang lahat, dibenamkan.
Kamu diselamatkan dari musuh
Namun sangat tercekik laksanan keracunan

Disitu jasad terbujur untuk menjadi santapan cacing hingga tubuh membusuk dan tulang belulang hancur
Orang sesudahnya harusnya semangat jika menyadari adanya jembatan layang yang membentang
Di atas neraka bagi siapa yang menujunya

Maka lekaslah hai si dungu yang merasakan kepahitan sebagai kemanisan, karena umur hampir kadaluarsa
Sedang kau belum meninggalkan kebiasaan buruk

Tidak dibiarkan bebas di dunia, sekalipun hidup enak, sekalipun senang dia akan dilempar seperti orang yang tertipu oleh ular yang menghembuskan bisa

Hentikan hidup mewah dan kesesatanmu
Karena kematian pasti menemuimu dan berjalan di kerongkongan
Tidak surut mundur ketika telah berkehendak
Tambahkan bekal bagi dirimu.
Tinggalkan apa yang meninggalkan bahaya.
Persiapkan bahtera
Takutlah pada gelombang lautan

Karena itu saya berwasiat hai yang terjaga,
Aku telah beberkan seperti orang membuka rahasia
Berbahagialah orang muda yang berlalu dengan mengingat kematian lagi perhatian.

Dikutip dari kitab “Tamasya ke Negeri Akhirat” yang ditulis oleh Syaikh Mahmud Al Mishri.

1-11-11


Tanggal yang cantik bukan?!;)

Saya yakin pasti ada banyak status facebook, bbm, twitter bertebaran dengan aneka komentar tentang tanggal ini. *sayabarusajadapatbbm;)*

Adalah qadarullah, bila kita sampai pada titik ini. Atas idzin Allah hari dengan tanggal cantik ini, masih kita nikmati.

Apalah artinya hari dengan nomor istimewa ini, kalau kita tak mengistimewakannya. Tak ada prestasi istimewa. Tak ada rencana istimewa. Hanya ada kesan istimewa….*gakngaruhkan?!;)

Karena sesungguhnya, keistimewaan sebuah hari adalah apabila kita sudah bersungguh-sungguh melakoninya dengan totalitas diri hingga tak berjeda untuk hal yang sia-sia. Bukankah seperti itu janji kita pada Allah, Sang Pemilik waktu nan istimewa, dalam setiap sholat kita???

Bila kita yakini setiap saat adalah karunia yang senantiasa terbarukan seiring terbit mentari pagi, maka setiap hari akan selalu istimewa di hati. Akan ada mata berbinar menatapi hari, senyum merekah menyambut berkah, semangat menggebu para perindu, rencana bernas menggapai asa, langkah bergegas meraih cita dan cinta.

Semoga keberkahan melimpahi hari, sukses dunia dan akhirat. Sukses di sini dan disana:) *colek@ipphoright

“SETELAH DIMILIKI, TAK LAGI INDAH…”


Yang tinggal di gunung merindukan​ pantai.

Yang tinggal di pantai merindukan​ gunung.

Di musim kemarau merindukan​ musim hujan.

Di musim hujan merindukan​ musim kemarau.

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.

Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.

Diam di rumah merindukan​ bepergian.

Setelah bepergian merindukan​ rumah.

Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entreprene​ur
supaya punya time freedom…

Begitu jadi Entreprene​ur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…

Waktu tenang mencari keramaian.

Waktu ramai mencari ketenangan​.

Saat masih bujangan, pengin punya suami ganteng/is​tri cantik.

Begitu sudah dapat suami ganteng/is​tri cantik, pengin yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh.​.

Punya anak satu mendambaka​n banyak anak.

Punya banyak anak mendambaka​n satu anak saja.

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.

Kapankah kebahagiaa​n akan didapatkan​ kalau kita hanya selalu memikirkan​ apa yang belum ada, namun mengabaika​n apa yang sudah dimiliki ?

“Jadilah pribadi yang selalu bersyukur.​.

Bersyukurl​ah senantiasa​ dengan berkah Yαng sudah kita miliki”.

“Bagaimana​ mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?

Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.

Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutupla​h bumi!”

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.
Bumi ini pun akan tampak buruk.

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil.

Jgn menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/nega​tif!

Bila hati kita tertutup, tertutupla​h semua

Syukuri apa yg ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa yg ikhlas

Syukuri apa yang ada, agar nikmat kian bertambah…

Syukuri apa yang ada, karena hidup ini fana…

Syukuri apa yang ada, hingga hikmah kian mencahayai hidup kita…

Dari berbagai sumber yang tak pernah habis mengayakan jiwa….

Hani Hendayani, “Karena Bidadari Ada di Bumi”

Karena Allah Tidak Pernah Salah dalam Memberi


Tuhan yang menciptakan kita adalah Dzat Yang Maha Adil. Dia tidak pernah salah memberi sesuatu kepada hamba-NYA. Dia tidak pernah keliru menempatkan karunia-NYA. Dan tak pernah meleset membagi rezeki-NYA, karena Dia Maha Tahu kadar kemampuan setiap hamba-NYA; siapa yang layak memikul beban dan amanah-NYA, dan siapa yang bakal tergelincir dan berlaku sombong bila menerima pemberian yang lebih.

Kita harus yakin bahwa kita memiliki Tuhan yang adil: Allah Yang Maha Kuasa. Dialah yang telah mengizinkan seorang wanita masuk surga karena seekor anjing, dan seorang wanita yang lain masuk neraka karena seekor kucing. Yang pertama adalah seorang wanita pelacur dari Bani Israil yang memberi minum seekor anjing kehausan di tengah padang pasir, dengan menggunakan terompahnya. Dan yang kedua adalah seorang perempuan yang menyekap seekor kucing di sebuah kamar dengan tidak memberinya makan hingga mati.

Dialah yang menenggelamkan Fir’aun di dasar laut dalam kawalan bala tentara yang begitu banyak dan kuat. Dan Dia pula yang menyelamatkan Musa alaihissalam bersama orang-orang yang beriman kepada-NYA hanya dengan sebatang tongkat. Fir’aun adalah raja paling berkuasa saat itu dengan kekuatan yang sangat ditakuti karena kezaliman dan kekejamannya. Sedang Musa hanyalah anak angkat yang kemudian melarikan diri karena selalu dikejar-kejar anak buah Fir’aun.

Setiap orang menjalani hidupnya masing-masing, berbekal karunia Allah yang diberikan kepada-NYA. Maka, tidak perlu berkecil hati jika yang Ia berikan hanya terlihat seadanya, karena bisa jadi itulah yang bisa menyelamatkan kita. Seperti juga tidak perlu berbangga hati jika yang Ia berikan tampak istimewa, karena boleh jadi itulah yang akan menjerumuskan kita. Bukankah orang-orang yang pernah mengimpikan kemewahan harta seperti yang dimiliki Qarun kemudian menyesai impiannya setelah Qarun ditenggelamkan?

Allah tidak pernah salah memberi, karena Dia mengetahui potensi setiap hamba-NYA. Jika Dia saat ini membatasi karunia-NYA untuk kita, mungkin karena kitalah orang yang punya energi yang lebih banyak untuk mengubah sesuatu yang apa adanya menjadi sesuatu yang luar biasa.

Dikutip dari Majalah Tarbawi, edisi 210 Th. 11 Sya’ban 1430H, 20 Agustus 2009, artikel “Mengapa harus Menghargai”, hal 15-16

Hani Hendayani, “Karena Bidadari Ada di Bumi”

Rinduku Sebelum Kau Pergi


Ramadhan kau bagai wanita cantik shalehah mempesona

Didekatmu ku takluk khusyuk mengingat-Nya

Kau mampu membuatku bersemangat menjalani kerasnya hidup fana

Karena kedekatan, keimanan, kepada-Nya, kebajikan karena-Nya, ingatan hari pembalasan-Nya membuatku tidak takut tanpa sedih hati

Ia yang Maha Kaya menjanjikan surga yang bahkan ku tak bisa bayangkan kenikmatannya

Ya, semangat ini karena kecantikanmu, kelembutanmu, kemurahanmu

Kau membangkitkan gairah tuk menjalani hidup selama-lamanya

Melewati batas usia yang fana

Menembus batas lemahnya manusia

Menuju jalan-Mu yang kutahu tak mudah kulalui

Karenamu ku berfikir, merenung

Dengan hasil peta jalan yang jelas

Jalan menuju-Mu

Peta jalan dengan rambu yang harus kupatuhi

Dengan bekal hanya dua, ketaqwaan dan kebajikan

Moga dapat kulalui kelokan, tanjakan, curamnya jalan, lubang yang menggelincirkan

Sampai ketujuan-Mu

Oh, inilah tawaran mesramu yang tak sanggup kutolak

Didekatmu ku mampu berkahayal tentang indahnya surga kekal abadi

Khayalan yang menjadi mimpi, menjadi niat, menjadi azzam, menjadi rencana, menjadi ikhtiar, menjadi doa

Selebihnya kupasrahkan pada-Mu, dengan penuh harap

Terimakasih wahai kekasih

Kau pantas kucinta

Kehadiranmu selalu membawa asa

Karenamu Ia memberikan tabungan berlipat-lipat

Lailatul Qodr memberi bekal yang kusendiri mungkin tak tahu ternyata bekal itu ada

Sungguh, kau bagai berucap “Kekasihku jangan bersedih, saat sempit kekurangan ini, kau tak mengira aku memiliki simpanan yang jauh lebih dari cukup”

Oh impianku,

Karena Kau ku mampu menikmati kedekatan dengan Qur’an

Bercengkerama dengan-Nya, menumpahkan gundah gulana, harapan

Sehingga petuahnya mudah meresap ke hati, tanpa penolakan

Banyak petuah

Meredam amarah menjadi kehangatan,

Menebar kebajikan

Lebih nikmat memberi daripada menikmati sendiri

Banyak pelajaran

Kesadaran Kau diatas segala kejadian

Ku akan meminta dalam doa

Banyak hikmah

Menyambung silaturahim

Adanya kaya dan miskin

Benar, engkau memberikan kesetiaanmu melayaniku mereguk petuah, pelajaran, hikmah

Tapi kau hadir dengan izin-Nya

Kau bermanfaat sebab rahmat-Nya

Kau cantik mempesona karena hidayah-Nya pada diri ini

Sungguh hatiku terikat padamu

Rinduku padamu bahkan sebelum kau pergi

Rindu dengan harapan

Rindu dengan tangisan

Rindu dengan kebahagiaan

Rindu dengan semangat

Kiranya Ia berkenan mendatangkan kecantikanmu, kelembutanmu,kemurahanmu dimasa datang

Agar dapat kureguk kenikmatan ruhaniah dalam perjalanan panjang menuju-Mu

Kutitip rinduku padanya, Ya Allah

Kutitip rindu pesona Ramadhan-ku

“Kalau bukan karena kelemahan jiwa menyambut kedatanganmu, niscaya dapat kutumpahkan pengalaman bermesra sepanjang jalan kehidupan”

Ihsanur, 30 Ramadhan 1432 H

Jazakallah Pak Ihsan untuk untaian indah tadzkiroh di penghujung Ramadhan. Semoga Allah mempertemukan kita semua di jannah-NYA sebab cinta dan rindu kita pada bulan nan istimewa.

Hani Hendayani, “Karena Bidadari Ada di Bumi”