TRIK DITILANG POLISI


Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan menarik ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Dialog antara polisi dan sopir taksi seperti ini.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir (Sop) : Baik Pak…

P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar sambil lalu menulis dengan sigap di buku tilang)
Sop : Pak jangan ditilang deh…plat aslinya udah gak tau kemana… kalo ada pasti saya pasang

P : Sudah…saya tilang saja…banyak mobil curian sekarang (dengan nada keras!!)
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini kan bukan mobil curian!

P : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya…Saya mau yg warna BIRU aja

P : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

P : Inikan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU… Dulu kamu bisa minta form BIRU… tapi sekarang ini kamu Gak bisa… Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

Dalam hati saya …berani betul sopir taksi ini …
P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU… Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah… saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini aja pak saya foto bapak aja deh… kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku (sambil ngambil HP)

Wah … wah hebat betul nih sopir …. berani, cerdas dan trendy … (terbukti dia mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
P : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin (sambil berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan “shoot pertama” (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

P 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang. Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
P 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak…. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)

P : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata “nih kamu bayar sekarang ke BRI … lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini, saya tunggu”.
S : (Yes!!) Ok pak …gitu dong kalo gini dari tadi kan enak…

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada saya, “Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya .. mau transfer uang tilang . Saya berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, … “Hatiku senang banget pak, walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.” “Untung saya paham macam2 surat tilang.”

Tambahnya, “Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI…. Mending bayar mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!”

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.. Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilang.

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank BUMN). Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang. You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA

Ditulis oleh: Kartiko Hendry

Jejak cinta seorang hamba*

Iklan

Jangan Salah Memilih Teman!


Di dalam al-Qur`an dan as-Sunnah, penyebutan kata-kata; al-Qarin, ar-Rafiq dan al-Khalil (semuanya memiliki makna yang mirip: orang yang selalu menyertai, teman, kekasih) selalu diiringi dengan arahan-arahan yang bermanfaat dan isyarat-isyarat edukatif yang penting.

Manakala seseorang dalam kehidupan ini harus memiliki teman yang dapat mengajaknya bicara, curhat, menghibur dan menasehatinya; maka masalah memilih teman tentu menjadi amatlah penting. Karena itu, harus ada kesungguhan dalam memilih orang yang kita senangi dan kita kasihi. Sebab seseorang diukur berdasarkan agama temannya. Seseorang akan bersama orang yang ia cintai.

Para ulama sering mengatakan, “Seseorang tidak semestinya menyepelekan hal memilih siapa yang layak dijadikan teman, sebab pertemanan itu memiliki pengaruh yang teramat besar bagi seseorang.” Mengenai hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam pernah bersabda, “Seseorang (diukur) berdasarkan agama temannya; maka hendaklah salah seorang di antara kamu melihat siapa yang ia jadikan kekasih (teman).” (HR.Abu Daud, dishahihkan Syaikh al-Albani)

Kriteria Seorang Teman

Para ulama juga telah menyebutkan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang teman (sahabat). Ibn al-Jauzi menyebutkan lima kriteria seorang teman:

Pertama, Hendaknya ia seorang yang berakal.

Kedua, Berakhlak baik.

Ketiga, Tidak fasik.

Keempat, Bukan ahli bid’ah.

Kelima, Tidak ambisius terhadap dunia. (Mukhtasar Minhaj al-Qashidin, 91/92)

Para ulama mengatakan, “Siapa saja yang kriteria-kriteria itu terkoleksi pada dirinya, maka pertemanannya tidak hanya bermanfaat di dunia semata, tetapi juga bermanfaat di akhirat kelak. Karena itu, hendaknya pengertian ini diarahkan kepada perkataan sebagian ulama Salaf, ‘Perbanyaklah saudara, sebab setiap Mukmin mendapatkan syafaat di hari Kiamat.’”(Syarh al-Asbab al-‘Asyrah al-Mujibah Li Mahabatillah, hal.145)

Alasan Memilih Teman Yang Baik

Di antara alasan kenapa kita harus mengikat teman yang baik dan tulus adalah karena besarnya pengaruh dan perlindungannya kepada kita di saat-saat kritis. Adakah yang lebih mulia dan berharga dari seorang teman, yang sekalipun tidak dilahirkan dalam perut ibu yang sama denganmu, namun ia menjadi sebab kamu mendapatkan syafaat dan selamat dari neraka.? Dalam ash-Shahihain, terdapat pengukuhan adanya syafaat orang-orang beriman. Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Lalu para Nabi memberikan syafaat, demikian pula para malaikat dan orang-orang beriman.” (HR.al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang lain disebutkan bagaimana orang-orang beriman kelak mendebat Rabb mereka karena saudara-saudara mereka dijerumuskan ke dalam neraka. Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, “Allah menyelamatkan orang-orang beriman dari api neraka. Maka tidaklah pendebatan salah seorang di antara kamu bagi saudaranya dalam kebenaran yang diperbuatnya di dunia lebih keras dari pendebatan orang-orang beriman terhadap Rabb mereka tentang saudara-saudara mereka yang dimasukkan ke neraka. Mereka berkata, ‘Rabb kami, mereka itu adalah saudara-saudara kami yang dulu shalat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berhaji bersama kami, namun mereka telah Engkau masukkan ke neraka.’ Rabb berfirman, ‘Pergilah, lalu keluarkanlah orang yang kamu kenal di antara mereka.’ Lalu mereka mendatangi mereka (para penghuni neraka itu), lalu mengenal mereka dengan rupa-rupa mereka, di mana api tidak melahap rupa-rupa mereka itu; di antara mereka ada yang disambar api hingga pertengahan kedua betisnya, ada lagi yang disambar hingga kedua tumitnya, lalu mereka mengeluarkan mereka.” (HR.Ibn Majah, dishahihkan oleh al-Albani)

Betapa banyak orang sesat gara-gara teman yang rusak (baca: brengsek) atau sekelompok teman-teman yang nakal. Dan betapa banyak pula orang-orang yang berada di tepi jurang kehancuran, lalu Allah menyelamatkan mereka dari neraka melalui teman-teman yang baik tersebut dan kondisinya berubah kepada kondisi yang lain; dari buta menjadi dapat melihat dan dari sesat menjadi mendapatkan petunjuk. Hal itu merupakan karunia dari Allah subhanahu wata’aala, yang dianugerahkan kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan itu baru salah satu dari sekian banyak pengaruh pertemanan yang baik.

Ada beberapa pengaruh lainnya yang dijelaskan oleh para ulama. Umar bin al-Khaththab, misalnya pernah mencoba untuk menghitung-hitung sedikit dari pengaruh-pengaruh teman-teman yang baik tersebut. Ia mengatakan, “Hendaklah kamu memiliki saudara-saudara yang jujur, niscaya kamu dapat hidup di bawah naungan mereka, sebab mereka adalah perhiasan di masa senang dan bekal di masa sulit.”

Ibn al-Qayyim juga meriwayatkan dari para ulama enam sifat dan manfaat bergaul dengan orang-orang yang shalih, yaitu:
1. pindah dari ragu menjadi yakin,
2. Pindahdari Riya` menjadi ikhlash,
3. Pindah dari lalai menjadi ingat,
4. Pindah dari suka dunia menjadi suka akhirat,
5. Pindah dari sombong menjadi Tawadhu dan
6. Pindah dari niat yang buruk menjadi nasehat.
(Syarh al-Asbab, hal.146)

Bagi siapa yang membaca Kitabullah dan merenunginya, maka tentu ia akan menemukan obat penyembuh dan seruan agar berteman dengan orang-orang baik, serta peringatan untuk tidak berteman dengan orang-orang yang jahat.

Allah subhanahu wata’aala berfirman, (artinya) “Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS.al-Kahf:28)

Bilamana hal ini adalah seruan dan peringatan di dunia, maka permasalahannya di akhirat kelak lebih keras dan seram lagi, sebagaimana firman-Nya, (artinya)

“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan (yang lurus) bersama Rasul shallallahu ‘alahi wasallam. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari al-Qur’an ketika al-Qur’an telah datang kepadaku. Dan syaitan itu tidak akan menolong manusia.’” (QS.al-Furqan:27-29)

Sungguh betapa besar fitnah dalam memilih teman di antara dua kelompok. Allah subhanahu wata’aala berfirman, (artinya)

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS.az-Zukhruf:67)

Terlebih lagi, bagaimana mungkin ada orang yang merasa enggan untuk memilih teman yang shalih dan baik sedang ia mendengar Nabi shallallahu ‘alahi wasallam pernah bersabda, “Sesungguhnya di tengah hamba Allah subhanahu wata’aala ada orang-orang yang mereka itu bukanlah para Nabi ataupun para syahid, namun para Nabi dan para syahid merasa iri terhadap mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah subhanahu wata’aala.” Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka itu.?” Beliau menjawab, “Mereka adalah suatu kaum yang saling mencinta dengan Ruh Allah, tanpa ada ikatan rahim di antara mereka dan tanpa memiliki harta yang saling mereka berikan. Demi Allah, sesungguhnya wajah mereka memiliki cahaya, dan sesungguhnya mereka berada di atas cahaya, tidak merasa takut saat manusia takut, dan tidak bersedih saat manusia bersedih.” Kemudian beliau membacakan ayat ini, (artinya)

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS.Yunus:62)

Dari itu pula, sungguh adalah bencana, fitnah, kesia-siaan dan kerugian bilamana di dunia ini kamu mengambil teman yang buruk dan sahabat yang rusak. Sebab teman model ini, bila kamu berkeinginan untuk melakukan suatu hal yang baik, ia akan menghalangimu; bila kamu lamban dalam melakukan perkara buruk atau malu melakukan hal yang mungkar, ia akan mendesak, menyugesti, menggoda dan mengiming-imingimu. Ia akan berupaya menjauhkanmu dari komunitas orang-orang baik. Ia mempersilahkanmu duduk di atas hidangan keburukan, bergabung dengan kafilah orang-orang jahat. Kamu tidak akan merasa aman dari kelicikannya dan tidak dapat merahasiakan bila terlihat bersama mereka. Sungguh merupakan karunia dan nikmat yang besar manakala Allah subhanahu wata’aala membimbingmu kepada teman yang baik. Karena itu patut bagimu untuk senantiasa bersyukur.!

(Sumber: Ikhtiyar ar-Rafiq, DR.Sulaiman al-Oadah)

Dikutip dr http://islamicenterponorogo.wordpress.com

Belajar dari FC Barcelona, Community Based Football Team & Education, Contoh Social Entrepreneurship yang Menginspirasi


Anda penggemar bola? Jangan cuma bisa menonton… tirulah semangat social entreprenurship dari salah satu kesebelasan yang berprestasi ini.

Social Entrepreneur menyelesaikan masalah social dalam skala besar. Sama dengan entrepreneur yang membangun bisnis, social entrepreneur menjadi agen perubahan dalam masyarakat. Merebut kesempatan dalam rangka menciptakan nilai sosial dengan memperbaiki sistem dan memajukan solusi berkelanjutan.

Salah satu contoh social entrepreneur yang menginspirasi adalah FC Barcelona. Club sepak bola satu ini tidak memiliki logo sponsor di baju seragam mereka. Yang ada adalah logo UNICEF sebagai partner dimana FC Barcelona akan menyalurkan dana untuk logo UNICEF dipasang di seragam mereka. Bukan sebaliknya seperti club-club sepak bola lainnya.

FC Barcelona didirikan oleh warga (komunitas) Barcelona, bukan oleh dewan direksi. Club ini didirikan untuk mendidik anak-anak mencintai olahraga khususnya sepakbola. Tujuan utama didirikan club ini bukanlah untuk mencari keuntungan melainkan untuk mendidik. Para pemain FC Barcelona banyak yang menjadi duta besar UNICEF dan merupakan pengalaman yang berharga bagi para pemain.

Camp Nou yang merupakan markas FC Barcelona juga memiliki ruang kelas untuk anak-anak belajar. Kelas ini diperutukkan bagi anak-anak yang drop out dari sekolah dan beresiko terlibat tindak kriminal. Sebelum mereka dikeluarkan dari sekolah mereka masing-masing, mereka diberi pilihan untuk keluar dari sekolah atau mengikuti program 6 minggu di Camp Nou dan meneruskan sekolah di Camp Nou.

Tentu saja belajar di salah satu club sepak bola terkenal di dunia sangatlah memotivasi dan banyak anak-anak ini memilih untuk ke Camp Nou daripada drop out. Setelah 6 bulan mereka diberi pilihan untuk kembali ke sekolah asal mereka. Saat mereka kembali ke sekolah asal mereka biasanya anak-anak ini sudah menjadi pribadi yang berbeda.

Walau Club Bola berbasis Komunitas, bukan berarti sepi prestasi. FC BARCELONA, atau yang dikenal dengan nama BARCA adalah club Liga Spanyol yang sekarang sedang tangguh-tangguhnya berada di puncak klasemen LA League tahun 2009/2010 . Mottonya adalah El Barça, és més que un club artinya “Barca bukan hanya sekedar Club”. Stadion utanmanya berada di Camp Nou, Barcelona. Dan sponsornya yaitu UNICEF.

Didalangi oleh Pep guardiola, Barca berhasil menjadi winner pada Liga Spanyol 2009/2010. Prestasi membanggakan lainnya yaitu 20 gelar Liga Spanyol, 25 gelar Copa del Rey, 7 gelar Piala Super Spanyol, 3 gelar Liga Champions Eropa, 4 gelar Piala UEFA, 2 gelar Piala Super Eropa. Itu semua membuat club yang didirikan pada tahun 1899 ini ‘tidak pernah terdegradasi ke Divisi II. Semua kemenangan itu tidak lepas dari adanya dukungan selain itu club ini mempunyai supporter dengan nama *Culés atau versi lain yaitu Barcelista.

So, belajar dari FC Barcelona, bahwa membangun kekuatan komunitas dengan memberdayakan keunggulan lokal melalui social entrepreneurship bukanlah hal main-main, dia merupakan solusi yang bisa sangat prestigious and prestasius. Community based Education dengan semangat pemberdayaan komunitas seharusnya bisa menjadi solusi keterpurukan bangsa ini… 🙂

Salam Pendidikan Masa Depan

Harry Santosa
Millenial Learning Centre

Rejeki itu….AJAIB!


Tak habis keterpesonaan diri ini mengingat “cara” ALLAH melimpahkan berbagai fasilitas kehidupan. Selalu AJAIB, datang tanpa diminta, di waktu yang tak terduga. Ya Allah….malu diri ini karena tak seberapa upaya yang telah dilakukan. Tak berarti bila dibandingkan dengan curahan nikmat yang tak mampu diri ini menghitungnya.

Sebabnya sederhana saja–semoga caraku mengambil hikmah ini bisa dibenarkan, bermula dari kepekaan. Hati yang mudah tersentuh, mata yang sering melihat banyaknya masalah di lingkungan sekitar, telinga yang kerap mendengar berbagai keluhan, dan pikiran yang selalu berhitung antara waktu yang tersisa dengan kerja-kerja yang mungkin masih sempat untuk dilakukan. Sehingga ketika kelak….saat Allah menetapkan takdir-NYA, diri ini tercatat sebagai hamba yang telah berusaha keras untuk bisa bermanfaat dengan modal yang dititipkan-NYA.

Ya, hanya dengan cara yang sederhana dari seorang ibu yang memiliki 7 anak, 8 tepatnya bila ditambah dengan anak angkat, mencoba untuk memanfaatkan setiap waktu yang tersisa untuk lebih berdaya guna bagi sesama. Menjadi fasilitator, konsultan, da’iyah, ketua arisan, penasehat koperasi, pengelola yayasan, pedagang, apa pun yang diamanahkan baik formal maupun informal. Tanpa sebuah rencana yang tersusun rapi sebelumnya. Hanya mencoba menjadi seorang hamba yang belajar dengan melakukan sesuatu, learning by doing.

Lantas apa hubungannya dengan keajaiban rejeki???

Langsung atau tidak, aku merasakannya. Kemudahan dalam hidup, baik materi maupun non materi. Luas dan luwesnya pergaulan yang membuat diri dan keluarga diterima dimana pun berada, bahkan diangkat anak secara adat oleh penduduk setempat walaupun berlainan agama. Hal ini terjadi ketika kami sekeluarga tinggal di Kalimantan Timur, tepatnya di Kutai Barat.

Keyakinan bahwa Allah yang menjamin rejeki setiap hamba-NYA, meringankan langkah untuk bisa berbuat sesuatu bagi sesama. Orang bilang punya anak dua saja sudah repot. Tapi bagi kami, anak tujuh masih Allah tambahkan dengan hadirnya anak angkat, yatim pula. Bukan hanya satu tapi tiga. Dan bukan hanya mereka tapi juga ada janda. Bukan hanya satu janda, tapi empat janda. Yang satu persatu akhirnya berhasil mandiri. Walau masih ada yang tersisa menjadi amanah kami.

Walaupun demikian, Allah selalu memberikan jalan untuk sampainya rejeki kepada mereka melalui kami. Padahal sungguh, tak seberapa yang sudah diupayakan tapi apa yang Allah jadikan sebagai ganti, membuat malu hati.

Tak pernah sebelumnya membayangkan bisa naik pesawat pribadi salah seorang konglomerat di negeri ini, tapi Allah menghadiahi nikmat dengan “cara”NYA tersendiri.

Tak pernah sebelumnya diperlakukan bak pengusaha kelas atas di executive class, tapi ketiban rejeki melebihi usaha yang dilakukan, padahal tak pernah sedikitpun merencanakan.

Bagaimana tidak AJAIB, baru saja memfasilitasi seorang adik untuk bisa membeli blackberry agar usahanya bisa lebih lancar, gak sampai seminggu Allah kasih bonus dengan doorprize BB Dakota gress di luar dugaan. Padahal, memfasilitasi pun bukan dengan uang pribadi.

Yaa Allah, gerangan apa yang hendak Engkau sampaikan pada diri hamba yang belum lagi seberapa berbuat sesuatu untuk sesama. Tapi selalu dan selalu rencana indah-MU membuat diri takjub terpesona.

Yaa Allah, semoga hidayah-MU membimbingku untuk menjalani hari-hari yang tersisa dengan berbagai keta’atan yang mendekatkan diri ini pada-MU. Jauhkanlah aku dari berbagai kesia-siaan yang akan mendatangkan mudharat dalam kehidupanku. Tetapkanlah aku dalam keimanan yang benar, tawakkal yang sempurna, syukur yang tak putus dan ihsan dalam setiap keadaan.

dari Sahabat Hatimu, Hani Hendayani

Talak… Kajian Online Sahabat Muslimah yang Tertunda


Seperti biasa, hari jumat adalah jadwal rutin yang ditetapkan “Sahabat Muslimah” salah satu diantara sekian grup yang saya ikuti di facebook, untuk menyelenggarakan kajian online.

Beberapa hari sebelumnya admin grup menghubungi saya dan mengusulkan sebuah tema yang cukup sensitif yaitu tentang “Talak”. Sebenarnya tema ini menarik, mengingat fenomena yang ada cukup membuat saya prihatin, karena begitu mudahnya pasutri menyerah untuk mempertahankan kemuliaan ikatan pernikahan. Namun ada kekhawatiran yang besar pada diri saya, diskusi yang ada tidak cukup memberikan pemahaman yang proporsional terhadap masalah ini bahkan justru memberikan justifikasi/generalisasi terhadap kasus-kasus yang terjadi.

Oleh karena itu, saya mengusulkan kajian kali ini dalam bentuk studi kasus saja. Dengan demikian kalau pun diskusi tentang talak muncul, bisa dipahami sesuai dengan konteks kasus yang didiskusikan. Dan ternyata, inilah hasil diskusi kami tadi siang dari jam 11.30 hingga 13.00 di grup “Sahabat Muslimah”…. *selamatmenyimak:)

Rizalina Lina ▶ Sahabat Muslimah:
Ass…teman2 kajian bisa kita mulai…..silahkan yg memiliki studi kasus….dishare ajj…bu hani akan memberikan solusinya insyaAllah

Sabta Dewi:
wa’alaykumsalam.. ya bu.. bagaimana y bu u/ memotivasi kembali rasa cinta dan kasih sayang dlm pernikahan yg sdh lama.. seperti ayah dan ibu ku ygk tiap hari pasti bertengkar.. sebagai anak ingin melakukan sesuatu yg bisa membuat ke2 nya bahagia dan rukun kembali…

Hani Hendayani:
Assalamu’alaikum sahabat muslimah, mohon maaf terlambat menjawab. Untuk adinda Sabta Dewi, sebagai anak terkadang kita seperti tidak memiliki kemampuan untuk membantu hubungan orangtua kita. Tapi, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan: pertama, tetap mencintai mereka dan menunjukkan cinta kita kepada mereka sebagai ayah dan ibu kita, atau bahkan sebagai pribadi yang membutuhkan pengertian. Dari yang saya pahami, ketika dua orang sedang bertengkar biasanya karena masing2 pihak merasa benar atau menuntut pihak lain untuk melakukan hal yg diinginkannya.

Bagaimana kalau kita mulai dengan menerima mereka apa adanya untuk membantu mereka menerima pasangan masing2 apa adanya. Bantu orangtua kita untuk melihat kelebihan masing2 yang seringkali tertutupi hanya karena kesalahan/kekurangan yang tak seberapa. Sempatkan diri untuk punya waktu berduaan baik dg ayah maupun dg ibu agar bisa berdialog dari hati ke hati sekaligus menyampaikan harapan kita sebagai seorang anak.

Jangan pernah lupa untuk senantiasa mendoakan orangtua kita agar senantiasa sakinah, mawaddah warahmah. Mohon kepada Allah dengan sepenuh hati agar bisa menjadi sebuah keluarga yang diridhai Allah baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Supartini Apriawati:
secara psikologis..mungkin orang tua pun tengah mengalami kejenuhan karena rutinitas mereka, adanya anak2, sejatinya menjadi hiburan buat mereka..terlebih anak2 yang soleh dan soleha..pada masa2 tertentu, mereka (orang tua) butuh waktu untuk saling bisa mengkaji diri..dan saat itulah anak2 jangan sampai melibatkan diri..biarkan antar mereka bicara dari hati ke hati.. dan pada masa yang lain, mereka butuh kebersamaan yang akan semakin mengeratkan hubungan mereka.. semoga berkenan, insyaallah..

Hani Hendayani
subhanallah jazakillah sahabatku, jeng Tini…… makasih masukannya yang berharga:)

Supartini Apriawati
sama2..kok manggil jeng sih neng? kan sy orang sunda…xixi..tp it’s ok ukhti..miss u..

Hani Hendayani
miss you too a lot, Teh Tini….:)

 
Rizalina Lina
bu hani mau bertanya ya….bagaimana dengan sikap istri yg ketika punya anak satu susah izin liqo krn khawatir anaknya sakit…pas anaknya 2 ga diizinin karena repot….dan seterusnya..padahal istrinya mau sekali liqo dan beraktivitas.. sedangkan istri harus patuh pada suami.. bagaimana solusinya bu…terima kasih

Sabta Dewi
oh gt y bun…teh tini syukron..

Hani Hendayani
Ukhti Lina, sebuah pelajaran berharga kita dapatkan bahwa menikah ternyata bukan hanya perkara cinta, tetapi juga sebuah komitmen dakwah. Ketika menikah diniatkan untuk memperkokoh dakwah, maka tak ada lagi cerita/keluhan tentang lqo.

Mungkin jawaban saya tidak membuat ukhti puas, tetapi demikianlah bila suami dan istri tidak seiring dan sejalan, tidak saling mengokohkan. Namun hal ini sebenarnya masih bisa disiasati, kenapa tidak mengundang teman2 untuk liqo di rumah yang paling repot???

Hal yang lain untuk bisa menjadi bahan introspeksi, boleh jadi suami tidak mengijinkan kita untuk liqo karena ketidaktuntasan kita dalam mengelola urusan rumah tangga walaupun anak baru 1.

Sahabat muslimah nan shalihat, ketika menghadapi sebuah masalah, marilah kita bercermin. Karena sesungguhnya masalah yang Allah titipkan pada kita adalah jalan tarbiyah Allah untuk mendidik kita agar lebih dewasa, baik secara ruhiyah, akliyah, syu’uriyah maupun jasadiyah. Kembali kepada kita, siapkah kita untuk menjadi dewasa dengan ditempa oleh masalah yang ada???

Rizalina Lina
Subhanallah iya benar ya bu ….harus terus diingatkan bahwa dakwah ini tiada akan pernah henti sampai kita di panggil Allah ya bu…terima kasih masukannya bu..:)

Sabta Dewi
duhhh.. jd merasa bersalah tak datang2 k t4 bunda hani.. kmren2 ir dah masuk kuliah tiap hari sabtu d jakarta.. jd jum’at sore nya dah harus balik k jakarta..

Rizalina Lina
baik teman2….kalau sudah tidak ada yg ingin share kita lanjutkan pekan depan ya…:)…kalau masih mau ada yg di share ke inbox boleh koq 🙂

Hani Hendayani
Irda sayang, anggap aja kajian di sahabat muslimah ini jadi liqo cybernya kita ya;)

Sabta Dewi
makasih bunda…

Riswur Yanti
setuju bu..liqoya jd seminggu 2 kali…

Hani Hendayani
Adinda Riswur Yanti nan shalihat, subhanallah semangat sekali. Saya hampir setiap hari nulis status di facebook lho De;)

Hani Hendayani, “Karena Bidadari Ada di Bumi”

Seekor Kumbang yang Buruk


Seorang lelaki melihat seekor kumbang. Karena dianggap bentuknya buruk, ia pun berkata, “Makhluk ini sangat buruk. Rupanya jelek dan baunya busuk. Apa yang dikehendaki Allah dalam menciptakannya?”

Tak lama kemudian, orang itu diuji Allah dengan penyakit kulit yang akut. Banyak sudah orang pintar dan tabib yang ia datangi tapi hasilnya nihil. Sepertinya tak ada resep yang bisa mengobati penyakitnya, sehingga ia nyaris putus asa.

Siatu hari, ia mendengar suara seorang tukang tenun di jalanan. Ia menyuruh keluarganya agar memanggil tukang tenun itu. Keluarganya menganggap aneh permintaan tersebut, sebab mengobati penyakit bukan pekerjaan tukang tenun, “Apa yang bisa dilakukan tukang tenun, sementara tabib-tabib kenamaan saja sudah tidak mampu?”

Namun lelaki tersebut memaksa agar tetap memanggil si tukang tenun, seakan ada bisikan yang menunjukinya bahwa dialah yang mampu mengobati penyakitnya. Lalu dipanggillah tukang tenun itu. Ketika melihat penyakitnya, tiba-tiba si tukang tenun meminta seekor kumbang. Sarannya ini sempat dicemooh, “Mana mungkin si kumbang bisa menjadi obat?” Cibir mereka.

Tetapi si sakit ingat akan peristiwa dahulu, ketika ia pernah menista kumbang. Karena itu ia memenuhi permintannya. “Berikanlah apa yang diminta orang itu. Sebab dia lebih tahu apa yang akan dilakukannya,” ujarnya.

Lalu keluarganya memberikan apa yang diminta oleh si tukang tenun. Binatang tersebut dibakar, dan debunya ditaburkan pada penyakit orang itu. Dengan kuasa Allah, penyakitnya pun sembuh, dan setelah itu berkata kepada orang banyak,”Ketahuilah bahwa Allah hendak menunjukkan kepadaku bahwa sesungguhnya di dalam tubuh makhluk-NYA yang paling hina sekali pun terdapat obat yang paling berguna. Dia Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui segalanya.”

Kita kerapkali mudah berburuk sangka kepada ciptaan-NYA, termasuk pada karunia-NYA yang secara kasat mata mungkin tampak apa adanya. Padahal ia tidaklah seburuk kumbang. Tidak ada yang sederhana dari ciptaan Allah. Semua besar dan berarti, sekalipun buruk dalam pandangan lahir manusia. Sekalipun tampak apa adanya dalam tatapan orang banyak.

Hani Hendayani, “Karena Bidadari Ada di Bumi”

TAK KAN LETIH DAN BERHENTI


Senin, 08 Agustus 2011

Hari cepat melesat berlalu bagai hiasan alam mimpi
Para pejuang sejati dengan wangi peluh berjuang merengkuh merangkai bukti hakiki
Tak peduli terik membakar pori merubah kulit bersisik
Tak peduli bandang deras menghalang dan menghadang aksi

Walau gulita hitam pekat menggelayut semangat., membujuk rayu langkah pejuang dengan penuh romantis… berusaha mencegat tekat hati yang dalam terpatri…

Para pejuang sejati tak pernah peduli dengan : penghargaan, kedudukan, piala kemenangan, ataupun reposisi
Para pejuang sejati penuh harap cemas akan tumbuh regenerasi pejuang-pejuang baru sejati
Pejuang sejati bagai garda terdepan selalu terdepan beraksi tanpa batas yang basi
Pejuang sejati bagai buldoser, meremukkan : bangunan-bangunan kepelitan hati yang enggan berbagi, bangunan-bangunan yang tak pernah mau peduli pada para akhnia yang terlunta dan tersakiti
Pejuang sejati hancur remukkan kebodohan hati
Pejuang sejati goyahkan kekokohan diri agar selalu peduli
Pejuang sejati bagai bom Hiroshima yang setiap saat menghancurkan sifat tamak agar luluh lunglalai
Pejuang sejati siap jemput para derma yang tak pernah bosan untuk selalu menghidupkan hatinya penuh dengan antusias berbagi tanpa ada jeruji kuat membatasi

Diposkan oleh:
⁠ ⁠ 
Abu Daff Rahma

Hp.021-999 462 99/ 085693309267

Jazakallah atas inspirasi dan semangat nan menggebu… Izinkan berbagi dengan semua sahabat hati agar bias semangat membakar diri menyemangati hati.

Hani Hendayani, “Karena Bidadari Ada di Bumi”

Selamat Berjihad Pemimpin!


Semoga Allah memberkahi…

Lembutnya hati yang terbit seiring pagi.

Indahnya senyum yang merekah bersama mentari…

Merdunya sapa yang merona penuh cinta…

Dari jiwa yang kaya rasa…

Percaya pada pada Rahmah dan Maghfirah-NYA…

Dan hidup dalam gelora azam…

Tinggikan ‘izzah kalimah-NYA

Selamat berjihad Pemimpin!

Medio, 15 Agustus 2007

Hani Hendayani, “Karena Bidadari Ada di Bumi”

Untukmu, Sahabat Hatiku


Terimakasihku atas perhatianmu kepadaku. Atas kesediaanmu membaca tulisanku.

Sahabat hatiku, mungkin aku belum pernah bertemu denganmu secara fisik. Atau mungkin saja kita pernah bertemu. Tapi…, satu yang pasti. Telah Allah pertemukan kita di dunia maya ini. Sebuah dunia yang telah mengerucutkan kita menjadi hanya sebesar genggaman saja. Sebuah dunia yang mampu mendekatkan yang jauh, namun tak jarang menjauhkan yang dekat.

Sahabat hatiku, terimakasih karena telah memberiku makna lebih pada diri. Dari hari ke hari kehadiranmu telah sangat memberiku motivasi. Bagiku, setiap sapa dan pesan darimu menjadi sebuah titipan dari Ilahi Rabbi agar aku terus berbenah diri. Bagiku, setiap mengetahui ada yang membaca tulisanku semakin menambah semangat untuk berbagi.

Sahabat hatiku, sungguh aku tak tahu bagaimana caranya berterimakasih padamu. Kesediaanmu meluangkan waktu semoga menjadi catatan tersendiri yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumul hisab nanti.

Sahabat hatiku, percayalah setiap kebaikan yang diniatkan untuk mendapatkan keridhaan dari Pencipta kehidupan akan berbuah balasan kebaikan bukan hanya di dunia fana ini, namun kelak ketika tak ada lagi naungan yang menyelamatkan diri kecuali Rahmat dari Pemilik kehidupan.

Sahabat hatiku, semoga ikatan yang telah Allah tanamkan di lubuk hati yang terdalam akan menjadi sebab Kasih dan Sayang-NYA mengikat kita dalam jalinan cinta sebagai hamba dan mempertemukan kita di jannah-NYA, keindahan yang dicipta untuk mereka yang saling mencinta karena-NYA.

Terimakasih yang tak terukur atas nikmat kasih sayang yang telah terulur, tanpa pertolongan-NYA tak ada artinya keberadaan diri ini sebagai hamba.

Terimakasih dan mohon maaf atas segala kekurangan, ketidaksempurnaan, kekhilafan dan kelalaian yang sangat mungkin terjadi dalam jalinan persahabatan. Semoga Allah lapangkan hatimu untuk memaafkan kedhoifan diri. Semoga Allah menuntun kita untuk saling berkasih-sayang semata-mata untuk kebaikan dan cinta karena-NYA, di jalan-NYA dan untuk-NYA.

Terimakasih sahabat hatiku….

Hani Hendayani, “Karena Bidadari Ada di Bumi”

Sendiri atau Merasa Sendiri???


Seringkali keadaan membuat diri ini, bersendirian.
Terkadang hal ini terasa wajar dan biasa saja,
Tapi tak jarang ada rasa tak nyaman dalam kesendirian tapi yang unik, ada kalanya bersendiri memang menjadi pilihan.

Tentunya bila bersendiri merupakan pilihan sadar, yang akan dirasakan adalah kenyamanan, tapi betul gak sih?! Perlu ditelisik lebih dalam dengan cermin kejujuran;)

Biasanya keinginan bersendirian muncul ketika banyak hal dari orang-orang di sekitar yang menimbulkan masalah atau tidak menyenangkan atau bahkan keberadaan diri kita dianggap angin lalu atau jangan-jangan kita selalu bermasalah dengan orang di sekitar kita?!;) Namun bisa juga terjadi, bersendiri menjadi pilihan karena merasa perlu untuk memberi waktu pada diri sendiri untuk berpikir dan menghikmati keberadaan diri.

Pada kebanyakan orang, bersendirian adalah menggelisahkan dan tidak nyaman. Sebagai manusia selalu ada keinginan untuk mencari teman, pun kalau tidak mendapatkannya di dunia nyata maka dunia maya pun bisa menjadi salah satu upaya mencari teman. Mari bercermin diri! Setiap diri ingin diperhatikan, diakui, ditemani. Maka perlakukanlah orang lain sebagaimana diri kita ingin diperlakukan oleh mereka. Bila ingin ditemani, temanilah mereka. Bila ingin diperhatikan, perhatikanlah kebutuhan mereka. Bila ingin diakui, hargailah mereka. Kebutuhan untuk berbagi menjadi hal asasi dari eksistensi diri.

Yang perlu diwaspadai bukanlah kesendirian atau bersendiri, tetapi merasa sendiri! Ada kalanya di tengah hiruk pikuk banyak manusia, kita merasa sendiri atau dalam kesendirian pun semakin merasa sendiri. Ada sunyi yang terasa mencekam rasa hati padahal gegap gempita di sana sini. Ada kekosongan dalam jiwa nan hampa padahal penuh sesak manusia di sekeliling kita. Gerangan apa yang memunculkan rasa sendiri nan sunyi dan hampa?!

Sesungguhnya tak pernah ada kesendirian dan merasa sendiri di hamparan bumi manapun adanya walaupun bersendirian. Bukankah setiap hamba selalu ada yang menyertai?! Tak terlihat tapi tercatat. Tak terasa tapi kelak akan terbukti. Tak disadari tapi selalu mengamati dan memberikan pertolongan tak kenal henti. Lalu, pantaskah merasa sendiri?! Sementara nafas yang dihirup ketersediaannya tap perlu dicari. Pantaskah merasa sendiri?! Sementara jantung yang berdetak tak menuntut untuk dicermati dan ditenagai. Pantaskah merasa sendiri?! Sementara hidup yang terhampar telah banyak difasilitasi.

Sendiri atau merasa sendiri hanyalah sebuah kondisi yang sejatinya justru tak pernah sendiri. Dalam ketunggalan itulah, kehadiran Yang Maha Tunggal menjadi sangat berarti. Bukan dalam zat-NYA yang tak terjangkau akal dan indera yang terbatas tapi dalam hakikat imani dalam diri.

Kesendirian adalah kondisi yang tak bisa dihindari karena sewaktu-waktu pasti terjadi. Namun jangan pernah merasa sendiri, karena dalam ketiadaan-NYA, IA senantiasi hadir membersamai.

Hani Hendayani, “Karena Bidadari Ada di Bumi”