Surat Untuk Ananda

Assalamu’alaikum Ananda Sholihat

Subhanallah, surat yang panjang, spontan, dan ceria. Itu kesan yang Bunda tangkap dari cara ananda bertutur. Senang rasanya bisa berkenalan, bersahabat dan berbagi cerita dengan seorang yang jujur, apa adanya dan rendah hati dalam berkomunikasi.

Berbahagialah sayang, Ananda mungkin salah satu dari sedikit anak-anak yang istimewa. Kenapa Bunda katakan demikian. Di usia yang masih belia, Ananda sudah memiliki kesadaran diri yang sungguh luar biasa. Penerimaan yang sederhana dalam mensikapi takdir yang telah Allah tetapkan atas diri Ananda. Ketabahan seorang anak yang bahkan sudah tak memiliki Ibunda. Bersyukurlah Ananda, engkau memiliki kecerdasan spiritual yang istimewa.

Ananda harus percaya bahwa setiap orang itu istimewa. Tak perlu membandingkan diri dengan orang lain, karena setiap kita berbeda. Kalau Ananda melihat banyak teman yang memiliki kecerdasan intelektual di atas rata-rata, maka Bunda katakan Ananda memiliki kecerdasan spiritual di atas rata-rata. Masing-masing pasti memiliki keunggulannya tersendiri. Jalan hidup ananda membuatmu lebih peka, lebih sederhana, lebih rendah hati, bahkan lebih mampu bersyukur atas keadaan yang terjadi. Modal ini amat sangat diperlukan untuk cita-cita ananda menjadi seorang dokter. Tidak cukup hanya berbekal kecerdasan intelektual, seorang dokter harus memiliki hati yang lembut, peka, mudah bersimpati dan berempati. Ananda harus yakin, bila menjadi seorang dokter adalah yang terbaik menurut Allah untuk Ananda, maka pasti ada jalan untuk meraihnya. Belajarlah dengan penuh kesungguhan, keikhlasan, tanpa kenal lelah dan bosan. Bertawakkalah kepada Allah dan mohonlah petunjuk serta pertolongan-Nya. Dengan kekuasaan-Nya Allah akan membuat yang sulit menjadi mudah, yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tugas kita sebagai hamba, hanya berusaha dan berdo’a dengan segenap hati dan daya. Biarlah Allah yang menetapkan hasil akhirnya untuk kita.

Ananda sholihat, waktu yang Allah titipkan pada kita sama, 24 jam setiap harinya. Dalam waktu itu, ada hak Allah, hak orangtua, hak diri kita, hak teman kita. Kesibukanmu jangan sampai melalaikanmu dari kewajiban utama sebagai seorang hamba Allah. Kesibukanmu meraih cita-cita jangan sampai membuatmu menjadi anak yang tidak berbakti pada orangtua. Kesibukanmu dengan berbagai tugas sebagai seorang siswa, jangan membuatmu abai pada hak tubuhmu untuk beristirahat. Buatlah skala prioriatas dalam beraktivitas hingga waktumu bisa tertata dan terencana serta punya target yang jelas.

Bersyukurlah Ananda, Allah telah membimbingmu senantiasa dalam hidayah-Nya, Allah ringankan lidahmu untuk membaca Al Qur’anul Kariim, Allah mudahkan dirimu untuk memahami artinya hingga terasa sebagai solusi untuk setiap masalah.

Alhamdulillah, Bunda sangat senang dan bangga bisa bersahabat dengan Ananda. Semoga Allah pertemukan kita karena cinta yang telah bersemi diantara kita, dalam cinta kita kepada-Nya di jalan cinta-Nya.

Peluk sayang untukmu Ananda sholihat. Do’aku menyertaimu.

Wassalam,

Bunda Hani

Iklan

One comment on “Surat Untuk Ananda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s