AKU TIDAK TAHU

Ketika banyak para akademisi mengajarkan ini dan itu…
Ketika banyak para motivator mendorong untuk bersikap ini dan itu…
Ketika banyak artikel yang menuliskan ini dan itu…

Aku justru berpikir tentang diriku….
Perjalanan hidupku…
Di jalan cahaya….

Bermula dari “TIDAK TAHU”

Ya benar, sahabatku….

Ketidaktahuanlah yang telah menuntunku…

Sejak semula ketika hidayah itu mencahayai jiwaku. Bukan sebab aku tahu dan memahami apa yang aku lakukan, tidak! Aku tidak tahu.

Hanya ada gelisah di hatiku….tak menentu.
Gelisah yang memaksaku untuk berubah, walaupun aku tidak tahu…

Tepatnya 23 tahun yang lalu, ketika jiwa remajaku gelisah tak menentu. Ketika hanya ada satu keinginan di kepalaku, lulus UMPTN di salah satu perguruan tinggi ternama di kota Bandung. Tak ada keinginan yang lainnya. Hingga dua kali aku mencobanya.

Sebuah keinginan yang boleh jadi dimiliki oleh semua anak remaja seumurku, semua teman-temanku. Tapi ada yang berbeda, mereka memiliki berbagai pilihan, sementara aku tidak. Bukan karena tidak mau atau tidak mampu, tapi….begitu saja rasa di jiwaku menuntunku. Tak ada keinginan yang lainnya.

Dua tahun aku menunggu….mencoba…berusaha…tak ada yang berubah dari keinginanku. Hanya saja di tahun kedua, ada usahaku untuk mengantisipasi kegagalanku. Aku punya pilihan universitas lain, walaupun swasta. Lagi-lagi tak ada keinginanku untuk sekolah yang lainnya….entah kenapa….saat itu aku tidak tahu.

Akhirnya, penantianku selama dua tahun berakhir tak seperti harapanku. Kecewa, sedih, dan terasa kosong jiwaku saat itu…..

Tapi… aku hadapi, jalani, dan hikmati…

Gelisahku tak kunjung berhenti…

Aku tak mengerti…

Sama sekali tak mengerti….

Tahukah sahabat, aku kuliah dimana?

Universitas Katholik Parahyangan Bandung!!!

Aku seharusnya tahu, kenapa aku memilihnya. Tapi, sejujurnya aku tidak tahu! Bahkan ketika harus memilih jurusan pun, aku masih tidak tahu!

Ada keinginan yang muncul saat itu, tapi aku tak memiliki keberanian untuk langsung memilihnya. Sehingga, aku bertanya pada orangtuaku. Entah kenapa, aku lebih cenderung pada pilihan mereka. Begitu saja, aku tidak tahu!

Satu semester kulalui…. Gelisah tak kunjung berhenti bahkan semakin kubertanya pada diri… Terlebih lagi jelang usia 20 tahun, tonggak kedewasaan dalam definisi yang kumiliki.

Aku ingin berubah!
Aku harus berubah!
Gelisahku menuntunku….

Suatu malam….
Di bawah purnama nan sempurna…
Di tengah lembah…
Di puncak bukit…
Bersama seorang sahabat….
Demikian kecil….
Tak berarti…
Merasakan keagungan semesta yang berbicara…
Inilah saatnya…
Sahabatku menjadi saksinya.

(Note: saat itu yang menjadi sahabatku berbeda keyakinan agama denganku, tapi ia mendukungku)

Mulailah aku mengisi lembaran baru dalam hidupku, dengan selembar kain yang menutup kepala hingga dadaku dan busana yang membalut seluruh tubuhku, tepat ketika 20 tahun usiaku.

Kali ini aku tahu, apa yang aku lakukan. Gelisahku hilang. Aku tahu walau bukan dengan sebenarnya pengetahuan. Saat itu, aku belum tahu kewajiban sebagai muslimah. Aku hanya tahu, dengan memakainya aku bisa berubah. Hanya itu!

Menjadi orang yang pertama berjilbab di kampus katholik di tahun 1990, adalah sesuatu yang tampak asing dan berbeda juga sensasional.

Tapi… Bukan untuk itu aku berubah, bahkan hal itu tak pernah terpikirkan sebelumnya. Demikianlah, jiwaku menuntunku untuk melakukannya. Dalam ketidaktahuanku, cahaya-NYA menerangi dan menampakkan jalan yang harus aku tempuh. Di sebuah tempat yang aku tidak tahu kenapa aku memilihnya……

Satu episode ketidaktahuanku terlewati sudah….

°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°“°“°•

Teringat tulisan Syaikh Rabi’ Ibnu Hadi ketika beliau pernah ditanya apa makna ayat,

و اتّقوا الله و يعلمكم الله

Bertakwalah kepada Allah dan Allah akan mengajarimu.

Maka beliau menjawab, sesungguhnya Allah memberikan cahaya dalam pandangan orang-orang yang bertakwa dan diberikan kepahaman kepada mereka terhadap agama ini. Artinya bahwa pada dirinya terdapat kebaikan yang banyak, sebagaimana hadits rasulullah,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Barang siapa yang Allah kehendaki atasnya kebaikan, diberikan kepahaman terhadap agama.

Dengan ketakwaan seorang hamba, maka akan Allah berikan atasnya nikmat berupa kemudahan untuk memahami makna alquran dan sunnah. Dan ia akan berusaha untuk senantiasa berada di jalan sunnah.

°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°“°“°•

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s