Karena Allah Tidak Pernah Salah dalam Memberi

Tuhan yang menciptakan kita adalah Dzat Yang Maha Adil. Dia tidak pernah salah memberi sesuatu kepada hamba-NYA. Dia tidak pernah keliru menempatkan karunia-NYA. Dan tak pernah meleset membagi rezeki-NYA, karena Dia Maha Tahu kadar kemampuan setiap hamba-NYA; siapa yang layak memikul beban dan amanah-NYA, dan siapa yang bakal tergelincir dan berlaku sombong bila menerima pemberian yang lebih.

Kita harus yakin bahwa kita memiliki Tuhan yang adil: Allah Yang Maha Kuasa. Dialah yang telah mengizinkan seorang wanita masuk surga karena seekor anjing, dan seorang wanita yang lain masuk neraka karena seekor kucing. Yang pertama adalah seorang wanita pelacur dari Bani Israil yang memberi minum seekor anjing kehausan di tengah padang pasir, dengan menggunakan terompahnya. Dan yang kedua adalah seorang perempuan yang menyekap seekor kucing di sebuah kamar dengan tidak memberinya makan hingga mati.

Dialah yang menenggelamkan Fir’aun di dasar laut dalam kawalan bala tentara yang begitu banyak dan kuat. Dan Dia pula yang menyelamatkan Musa alaihissalam bersama orang-orang yang beriman kepada-NYA hanya dengan sebatang tongkat. Fir’aun adalah raja paling berkuasa saat itu dengan kekuatan yang sangat ditakuti karena kezaliman dan kekejamannya. Sedang Musa hanyalah anak angkat yang kemudian melarikan diri karena selalu dikejar-kejar anak buah Fir’aun.

Setiap orang menjalani hidupnya masing-masing, berbekal karunia Allah yang diberikan kepada-NYA. Maka, tidak perlu berkecil hati jika yang Ia berikan hanya terlihat seadanya, karena bisa jadi itulah yang bisa menyelamatkan kita. Seperti juga tidak perlu berbangga hati jika yang Ia berikan tampak istimewa, karena boleh jadi itulah yang akan menjerumuskan kita. Bukankah orang-orang yang pernah mengimpikan kemewahan harta seperti yang dimiliki Qarun kemudian menyesai impiannya setelah Qarun ditenggelamkan?

Allah tidak pernah salah memberi, karena Dia mengetahui potensi setiap hamba-NYA. Jika Dia saat ini membatasi karunia-NYA untuk kita, mungkin karena kitalah orang yang punya energi yang lebih banyak untuk mengubah sesuatu yang apa adanya menjadi sesuatu yang luar biasa.

Dikutip dari Majalah Tarbawi, edisi 210 Th. 11 Sya’ban 1430H, 20 Agustus 2009, artikel “Mengapa harus Menghargai”, hal 15-16

Hani Hendayani, “Karena Bidadari Ada di Bumi”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s